Doa seorang Karyawan– Thanks Dad

13 07 2008

Gw sempet terdiam beberapa saat ketika membaca selembar kertas A4 yang tergantung di pintu kamar orang tua gw…Ya, sebuah doa yang dibuat oleh ayah gw yang membuat gw merasa sangat tersentuh dan merasa sangat sangat kecil di hadapan Sang Pencipta. Sebuah doa yang mengingatkan gw untuk selalu menginjakkan kaki gw ke bumi, sebuah doa yang juga sebuah tamparan ke gw ketika gw merasa diatas awan, sebuah doa yang akan selalu gw usahakan untuk gw ingat dan ucapkan setiap kali tersungkur bersujud memohon ampunan, rahmat, ridho dan karunia dari Allah SWT yang Maha Besar.

Ini adalah doa yang ditulis oleh orang tua gw:

Ya Allah… Ya Rahman

Kami mohon bantuan dan ampunan dosa kami,

Dahulu, ya Allah, para pendiri republik ini berjuang menghadapi musuh yang jelas dan nyata, sekarang kami tak dapat lagi melihat dengan jelas siapa musuh yang kami hadapi. Dahulu para pejuang bermandikan darah, sekarang kami bermandikan cacian, hinaan, dan dosa – dosa yang tidak pernah kami sadari.

Oleh karena itu ya Allah, ya rahman, ya rahim,

Bentuklah kami menjadi manusia yang kuat, agar menjadi pemberani manakala diri kami lemah dan menghadapi diri kami sendiri manakala kami dalam keadaan takut.

Jadikan kami manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan, Jujur dan rendah hati serta serta berbudi halus ketika dalam kemenangan

Bentuklah kami menjadi manusia yang semangatnya tak pernah mati. kami yang selalu mengingat Engkau dimanapun dan kapanpun dan mengenali diri kami sendiri

Ya Allah… Ya Rahim

Kami mohon agar Engkau membimbing kami dalam jalan yang tidak mudah dan lunak ini… Dan pimpin kami melalui jalan yang penuh dengan tekanan dan desakan, kesulitan dan tantangan ini.

Didiklah kami supaya tetap teguh ketika ditimpa badai, dan mampu melimpahkan cinta bagi mereka yang gagal.

Bentuklah kami menjadi manusia yang berhati bening, yang cita-citanya tinggi, kami yang sanggup memimpin diri kami sendiri sebelum memimpin orang lain, kami yang mampu menjangkau masa depan, tetapi tidak melupakan masa lalunya ketika menggapainya.

Kami juga mohon, jadikan kami seorang yang jenaka, agar dalam kesungguhan tetap ceria.

Ya Allah.. Ya Malik..

Berilah juga kami kerendahan hati agar selalu ingat kesederhanaan, kearifan, kelembutan, dan kekuatan sejati.
Amien ya robbal a’lamin..

Batam, 20060919


Actions

Information

One response

12 09 2008
dhycana

semoga kita semua berada dalam lindungaNya, amiin…

Leave a comment